Selasa, 12 Mei 2009

BACKUP AND RESTORE

“BACKUP AND RESTORE”

BACK UP DAN RESTOREBack up
Apa yang dimaksud file back up?
File back up adalah salinan dari file yang disimpan dalam lokasi berbeda dari lokasi asal. Multipel back up dapat saja dibuat dari file jika akan menelusuri perubahan dari file tersebut.
Mengapa harus back up suatu files?
Back up file membantu melindungi file dari file yang tiba-tiba hilang atau berubah ketika penghapusan secara kebetulan, worm atau serangan virus, atau kesalahan software dan hardware. Jika kesemuanya itu terjadi dan file telah di-back up,maka akan dengan mudah mengembalikannya.


Back up files
Pastikan data yang akan di-back up dalam kondisi utuh dan tidak ada yang hilang, modifikasi dan simpan dalam komputer. Back up files harus dilakukan secara teratur. Back up dapat dilakukan secara manual setiap waktu atau mengatur back up otomatis.
Catatan
• Kemampuan mengatur back up otomatis tidak termasuk dalam Windows Vista Starter dan Windows Vista Home Basic

1. Click untuk membuka Back up and Restore Center

2. Click Back up files dan kemudian ikuti langkah langkah di wizard. Jika ingin memberi pasword administrator atau konfirmasi, ketik pasword atau menyediakan konfirmasi.
Catatan
• Gunakan selalu media penyimpanan untuk back up (hard disk eksternal, DVD, atau CD) di tempat terjamin untuk mencegah pihak yang tidak berwenang untuk mengakses file tersebut, disarankan tempat file dipisah dari komputer. Disarankan untuk mempertimbangkan meng-enkripsikan data yang di-back up.
File apa saja yang harus di back up?
Disarankan untuk back-up segala sesuatu yang akan sangat sulit atau tidak mungkin untuk digantikan, dan secara teratur mem-back up file yang akan diubah secara berkala. Gambar, video, musik, proyek, dan data finansial adalah contoh dari file yang seharusnya di back up.
Tidak disarankan untuk back up program karena dapat digunakan disk produk asli untuk menginstalasi ulang dan program secara khas akan mengambil ruang yang banyak di dalam disk.
Seberapa sering dilakukan back up file?
Bergantung pada jumlah file yang dibuat dan bagaimana membuat file tersebut. Jika file baru dibuat setiap hari, disarankan untuk membuat back up setiap minggu atau setiap hari. Jika secara berkala banyak file dibuat, contoh banyak foto digital dari pesta ulang tahun atau kelulusan disimpan, sebaiknya back up dengan segera. Cara terbaik adalah mengatur jadwal back up secara teratur, back up otomatis sehingga tidak harus memikirkan jadwal back up lagi. Back up dapat diatur secara harian, mingguan, atau bulanan. Back up manual dapat dilakukan diantara back up otomatis.
Catatan
• Kemampuan untuk mengatur back up secara otomatis tidak termasuk Windows Vista Home Basic, bagaimanapun windows secara berkala akan mengingatkan untuk back up file yang terdapat di komputer.
Jenis file apa saja yang tidak dapat di back up?
Back up files wizard mem-back up hampir seluruh tipe file. Dibawah ini adalah file yang tidak termasuk:
• File yang telah di-enkripsi menggunakan Encrypting File System (EFS)
Catatan:
o EFS tidak termasuk dalam Windows Vista Starter, Windows Vista Home Basic, dan Windows Vista Home Premium
• File System (file dimana Windows diinstal)
• File program
• File yang disimpan dalam hardis yang berformat FAT sistem file.
• Email berbasis web yang tidak disimpan di hard disk
• File yang terdapat di recycle bin
• File sementara
• Pengaturan profil user
Seberapa banyak tempat penyimpanan yang diperlukan untuk back up files?
Tergantung dari ukuran file yang diback up. Windows menjaga rekaman dari file yang telah di tambahkan atau dimodifikasi sejak back up sebelumnya jadi hanya perlu mengupdate back up yang telah ada, yang disimpan dalam disk.i
Dapatkan memback up CD atau DVD jika tidak memasukkan disck?
Tidak terkecuali back up sesuai dengan dalam satu disk dan disk di dalam komputer ketika back up dimulai. Sebaliknya, menjadwal back up pada satu waktu ketika bilamana telah disediakan untuk memasukkan disk. Windows akan memberitahukan user nantinya bahwa back up tidak terselesaikan, user dapat memasukkan disk untuk melanjutkan back up.
Apa perbedaan antara back up file menggunakan Back up Files wizard dengan user memback up sendiri?
Ketika user memburning file ke CD atau menyimpan salinan ke hard disk eksternal, tiap waktu ingin back up, user harus secara manual memilih masing-masing file atau folder yang akan diback up. User harus ingat back up baru secara teratur atau file dan folder yang termodifikasi. Hal ini memerlukan waktu yang lama dan membosankan. Ketika user menggunakan Back up Files Wizard, windows menyimpan rekaman dari file dan folder yang telah dimodifikasi. Kemudian ketika user membuat back up baru, user dapat back up seluruh data dalam komputer atau hanya file yang telah berubah sejak trakhir membuat back up. Jika user mengeset back up otomatis, secara teratur windows back up file dan folder sehingga user tidak harus mengingatnya.
Ketika user menggunakan Back up Files Wizard, mengapa tidak terlihat lokasi dimana back up yang akan dilakukan ketika user memilih dimana menyimpan back up?
Ketika user memilih lokasi untuk menyimpan back up, wizard mencari komputer dan menampilkan daftar lokasi yang dapat user lihat. Jika lokasi yang akan digunakan tidak tampil dalam daftar, kemungkinan terjadi permasalahan seperti:
• Lokasi adalah tape drive. User tidak dapat menyimpan back up dalam tape
• Lokasi adalah disk yang akan diback up. User tidak dapat back up dalam disk yang sama. Contoh, user tidak dapat back up isi dari sebuah disk dalam drive D ke disk yang sama.
• Lokasi adalah CD-ROM drive. User tidak dapat menggunakan CD-ROM drive untuk back up; user harus menggunakan CD-Burner, dikenal dengan CD-R atau CD-RW dirive.
• Lokasi adalah USB flash drive.
• Lokasi tidak terformat NTFS, FAT, atau Universal Disk Format (UDF) (dikenal Live File System). Back up dapa hanya disimpan dalam disk yang terformat menggunakan NTFS, FAT, atau UDF filesistem.
• Lokasi adalah disk sistem (disk dimana windows diinstal atau dikenal C Drive) atau boot disk (disk dimana windows menggunakan untuk memulai komputer-dikenal start-up disk)
Metode Back up file
Data dapat saja hilang karena kesalahan hapus atau mengganti data, karena virus atau serangan worm, kesalahan software atau hardware, atau kesalahan hard disk. Untuk melindungi file, dibuatlah back up yaitu set salinan dari file yang disimpan dalam lokasi berbeda dari file asli. Windows menyediakan tool untuk back up file, program dan pengaturan sistem.
Jenis back up
Sebaiknya user back up file pribadi, program, dan sistem setting. User dapat membuat restore points sehingga komputer dapat direstore ke keadaan sebelumnya ketika dibutuhkan.
Yang akan diback up Gunakan Kapan digunakan
File pribadi seperti gambar, musik, document Back up files wizard Sebaiknya dengan teratur back up file yang dibuat dan dimodifikasi. Baik untuk backu up file sebelum membuat beberapa perubahan sistem, seperti menambah hardware baru, update drivers, mengubah registry, atau melearkan windows, seperti menginstal Service Pack
Komputer seluruhnya Windows Complete Back up Ketika pertama kali mengatur komputer, sebaiknya membuat Windows Complete PC Back up image, yang seperti mengambil potret dari program, system setting, dan file dalam komputer. Back up dapat digunakan seterusnya hingga tidak bekerja lagi. Meskipun jenis back up meliputi file personal, tidak disarankan back up file reguler menggunakan Back up Files Wizard. Disarankan untuk update potret Windows PC Back up selama 6 bulan.
Windows Complete PC Back up and Restore is not included with Windows Vista Home Basic atau Windows Vista Home Premium.
Catatan:
Sebaiknya atur dengan teratur restore point, sehingga user dapat mengembalikan seluruh pengaturan, seperti update driver yang mungkin menyebabkan komputer tidak stabil
Cara menyimpan back up
Back up file dapat disimpan ke dalam:
• Hard disk (internal atau eksternal)
Hard disk kedua (secondary hard disk) dapat disimpan dalam komputer dan gunakan itu untuk back up file. Secara relatif hard disk tidak mahal dan tidak terpengaruh jika memiliki sistem operasi bermasalah. Bahkan disk dapat disimpan di komputer lain jika terdapat komputer baru dan masih disk masih digunakan untuk back up.
Catatan:
 Jangan back up file ke lokasi dalam hard disk yang sama dimana windows diinstal karena komputer akan terserang virus atau kesalahan software, disarankan untuk memformat ulang disk dan menginstal ulang Windows untuk melindungi dari masalah.
• Removable disk yang lain
Jika komputer memiliki port USB, hard disk eksternal dapat disambungkan ke komputer kemudian back up file menggunakan disk eksternal. Yakinkan untuk membeli hard disk eksternal yang memiliki ruang banyak untuk back up (200 GB adala pilihan bagus). Untuk perlindungan maksimal, simpan hard disk eksternal dalam lokasi yang terlindungi terpisah dari komputer.
• CD atau DVD yang dapat ditulis
Penyimpanan dapat dilakukan ke DVD atau CD. Yakinkan disk adalah writeable, yang mana dapat ditambah, dihapus, atau diubah isinya. Jika metode ini tepilih dan banyak file yang akan diback up, pastikan disk cukup untuk menyelesaikannya. Back up Files Wizard memberitahukan seberapa banyak tempan yang dibutuhkan untuk tiap waktu melaksanakan back up dan disarankan jenis media yang digunakan. Jika akan memberi nama disk dengan tanggal dan waktu back up, wizard dengan mudah untuk menemukannya. Untuk perlindungan maksimum, simpan disk ke lokasi terpisah dan terlindungi dari komputer.
System restore
Berbeda dengan back up, system restore hanya mempengaruhi sistem komputer saja. Sistem restore dapat menjadi alternatif ketika sistem komputer bermasalah.
System restore bukan fitur baru dalam windows XP. Bukan juga fitur yang sangat lama. System restore sudah mulai diperkenalkan sejak Windows Me diluncurkan. System Restore memungkinkan seorang administrator untuk mengembalikan sistem pada kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang diberikan atau terjadi pada sistem membuat sistem menjadi tidak stabil atau tidak sebagaimana mestinya.
System restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di sistem. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, System Restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan Restore Chekpoint.
Restore Chekpoint adalah titik dimana pemeriksaan dilakukan oleh komputer, atau juga dapat dikatakan titik waktu dimana komputer melakukan Capture terhadap sistem.
Kondisi sistem dapat dikembalikan dimana komputer mencatatnya. Catatan sampai tingkat ketelitian detik. Restore chekpoint juga dapat dilakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.
System restore tidak hanya melakukan restorasi harddisk yang digunakan untuk operating sistem saja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab biasanya sebuah program diinstal pada partisi berbeda dengan letak operating sistem.
System restore akan terbatas pada Windows XP saja.
Aktivasi System Restore
Bagaimana mengaktifkan system restore?
Sebenarnya secara standar, system restore akan aktif dengan otomatis, segera setelah windows berhasil diinstal. Aktifnya sistem restore membutuhkan minimal 200 MB pada setiap partisi. Jika ruang yang ada minimal tidak mencukupi maka secara otomatis sistem restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi.
Bagaimana mengaktifkan atau mematikan System restore?
Proses kontrol ini dapat dilakukan secara manual, bila diinginkan. Langkah berikut:
1. Klik kanan pada my Computer, lalu pilih properties
2. Pada jendela properties, pilih halaman System Restore
3. Pada halaman ini, system restore dapat dimatikan semua pada partisi dengan memberikan tanda centrang pada opsi turn off System restore satu persatu pada masing-masing partisi. Caranya:
a. Pilih partisi yang ada di kolom available drivers. Lalu tekan tombol setting di sebelah kanan
b. Kemudian berikan tanda centrang pada opsi turn off System Restore on this drive
c. Sebagai catatan: pada partisi dimana Windows di instal hal ini dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah dengan mengikut langkah ketiga dimana system restore pada semua partisi ikut dimatikan.
Dapatkah kapasitas system restore dikecilkan?
Dikecilkan adalah ketidakmungkinan namun dapat diperbesar tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restore terus bertambah maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk.
Bila ingin mengatur ruang untuk system restore, dapat dilakukan pada system restore setting yang ada pada properties My Computer (perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya:
1. Pilih partisi (dalam kolom available drivers) yang akan ditentukan kapasistas System restore-nya
2. Tekan tombol setting.
3. Tentukan persentase kapasitas yang diinginkan.
Apakah kerja system restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri?
Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus menerus ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (System Snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan.
Siapa saja yang dapat menggunakan system restore?
Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem restore (pertanyaan kedua dan ketiga).
Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja.
Hanya Sistem Saja
Apa saja yang direstorasi oleh System restore?
Yang direstorasi oleh system restore hanya file yang ada pada system saja. Selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal.
Meskipun demikian, bukan berarti sistem kembali menjadi nol atau ter-reset. Misalnya password pada windows yang tidak akan ikut terrestorasi. Begitu pasword yang ada pada chace memory internet explorer.
Namun lain halnya password yang ada pada program-program. Misalnya password untuk log in ke Yahoo!. Umumnya user yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password user masih tertulis di sana, kolom password ini kosong.
Password semacam ini umumnya disimpan pada serve luar komputer, sehingga tidak perlu khawatir. User cukup masukan login dan password yang sama, user pun dapat mengakses kembali ke Yahoo! Messenger-nya.
Apa yang direstorasi dan yang tidak direstorasi oleh System restore?
Berikut ini adalah data lain yang direstorasi oleh System restore:
1) Perubahan yang ada dalam registry
2) Profil local
3) COM + DB
4) WFP.dll chace
5) WMI DB
6) IIS Metabase
Dan berikut adalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore:
1) Setting pada DRM
2) Setting pada WPA
3) Data pada folder redirect program
Bagaimana dengan aplikasi? Apakah system restore akan melakukan uninstal pada aplikasi tersebut?
Aplikasi yang sudah diinstal tidak di uninstal oleh System restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memang tidak dimonitor oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila menguninstall terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkan, kemudian lakukan system restore.
Pada aplikasi, system restore hanya akan meninggalkan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut.
Ingat bahwa system restore berbeda dengan back up
Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My Document setiap profil atau data partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang System restore tidak mengamati file-file seperti itu (.doc, .JPEG, . dan sebagainya).
RESTORE POINT
Pada saat kapan saja restore poin dilakukan?
Tidak ada waktu pasti kapan restore point dilakukan. Yang pasti pembuatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer hanya dilakukan bila komputer idle. Dan untuk proses ini komputer akan selalu standby. Sehingga kapan saja (setiap hari sekalipun) komputer idle, system restore baru membuat restore point.
Bagaimana membuat restore point?
Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai berikut:
1) Tekan menu start
2) Pilih all progam, accessories, system tools, system restore
3) Setelah system restore wizard terbuka berikan tanda create a restore point dan tekan tombol next
4) Berikan nama pada restore point yang dibuat, tekan next
5) Kemudian tekan tombol create. Restore point yang dibuat akan dicatat sebagai restore point pada jam dan waktu pembuatan dilakukan.
Bagaimana menghapus restore point?
Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali user menonaktifkan system restore-penonaktifan akan membuat restore point hilang semua. Klik kanan partisi dimana restore point ingin dihapus, lalu propertis. Kemudian tekan tombol Disk Clean Up dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up.
Bagaimana menjalankan system restore?
System restore dapat digunakan baik dalam modul normal atau safe mode. Untuk mengakses system restore dari modul normal:
1) Pilih menu start, All program, accessories, System tools, system restore
2) Setelah itu pada opsi dikanan atas pilih restore My Computer to an earlier time. Tekan next
3) Tentukan waktu dimana system ingin dikembalikan
4) Jika sudah yakin terus Next, sampai kemudian System restore akan berjalan
5) Setelah selesai restorasi akan muncul layar memberikan laporan
Untuk menjalankan System restore pada halaman safe mode, user dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam safe mode. System restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat user tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal.
Catatan:
Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya user mereset System restore. Agar pada saat System restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara mereset System restore adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktiifkannya kembali dengan segera.
Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, virus akan kembali terestorasi begitu System restore dijalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika user terfikir untuk menjalankan System restore.

1 komentar:

  1. sring dpt tugs bwt blog ya..
    sharing blogging...
    klick hawin-go.blogspot.com
    i'm UB'06

    BalasHapus